Bagaimana Hukum Trading Forex dalam Islam
Bagaimana Hukum Trading Forex dalam Islam

Bagaimana Hukum Trading Forex dalam Islam?

Trading forex merupakan hal yang baru sehingga hukumnya masih dipertanyakan. Lantas, bagaimana hukum trading forex dalam islam? Apakah hukumnya haram atau halal? Nah, untuk mengetahui hal tersebut, yuk simak ulasannya berikut ini.

Apakah Trading Forex Halal?

Perdagangan valas atau trading forex halal ketika pedagang menggunakan akun perdagangan bebas swap karena riba atau unsur bunga tidak ada dalam kasus itu. Sebagian besar broker menawarkan akun perdagangan bebas swap yang tidak membebankan bunga.

Secara umum, hukum trading forex dalam islam diperbolehkan jika tidak melanggar syarial islam, seperti riba, spekulasi, dan lainnya. Penukaran mata uang, bursa saham, dan pertukaran komoditas juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Trading Forex Menurut Fatwa MUI

Halal atau Haramnya trading forex terus-menerus diperdebatkan. Ada banyak pendapat tentang masalah ini. Nah, lantas bagaimana hukum trading forex dalam islam menurut fatwa MUI? Menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia), trading forex diperbolehkan asalkan memenuhi ketentuan tertentu.

Pertama, transaksi tidak boleh mengandung riba. Hal ini karena riba sudah jelas hukumnya haram dalam Al-Qur’an. Selain itu, trading forex boleh asalkan tidak ada dasar untung-untungan atau speskulasi. Jika ada unsur spekulasi, maka hal ini bisa membuat trading forex berubah hukum menjadi haram.

Selanjutnya, trading forex hukumnya boleh jika ada kebutuhan transaksi di pasar forex atau untuk simpanan/berjaga-jaga.

Ketentuan selanjutnya yang harus dipenuhi yaitu trading forex hukumnya boleh jika transaksi jual beli mata uangnya sejenis, maka nilai jualnya harus sama dan harus tunai (at-taqabudh).

Namun, jika transaksi jual beli terhadap mata uang yang berlainan jenis, maka nilai tukarnya harus sesuai dengan nilai kurs yang berlaku pada saat itu dan harus dibayar secara tunai.

Trending :  BBMA Oma Ally

Jika trading forex memenuhi semua ketentuan di atas, maka hukum trading forex dalam islam adalah boleh untuk dilakukan.

Akun Forex Syariah

Nah, itulah bagaimana hukum trading forex dalam islam, khususnya menurut fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Jika Anda ingin mengambil jalan aman untuk berinvestasi di forex, maka sekarang sudah ada yang namanya akun forex syariah.

Akun Forex Syariah tersebut bernama Muslim Forex Account. Sederhananya, Muslim Forex Account adalah broker forex syariah yang bisa Anda gunakan.  Dengan menggunakan Muslim Forex Account, Anda bisa mendapatkan keuntungan pertukaran mata uang yang bisa ditahan selama waktu yang diinginkan oleh trader.

Tidak hanya itu, keuntungan lainnya yang bisa Anda dapatkan di broker syariah ini yaitu trading forex syariah memiliki tingkat risiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan trading forex pada umumnya. Akan tetapi, ada sebagian trader yang tidak suka dengan trading forex syariah ini.

Mengapa demikian? Hal ini karena trader kehilangan keuntungan dari selisih bunga setiap mata uang yang nilainya berbeda. Akan tetapi, Anda tetap mendapatkan keuntungan lainnya dari trading forex syariah yaitu terhindar dari perubahan bunga yang tidak menentu.

Nah, perubahan bunga yang tidak bisa diprediksi tersebut bisa menimbulkan spekulasi dan spekulasi adalah salah satu jenis transaksi yang hukumnya tidak diperbolehkan di Islam.

Jadi, jika Anda ingin berinvestasi dengan aman dan tidak melanggar hukum trading forex dalam islam, maka trading forex syariah adalah pilihan yang tepat.

Apa yang Islam Katakan tentang Trading Forex Online?

Perdagangan mata uang dalam Islam diperbolehkan jika pedagang menggunakan akun bebas swap yang tidak membayar atau memperoleh bunga (bunga biaya semalam) untuk trading indeks, mata uang, dan logam.

Akun Islamic Forex atau akun bebas swap adalah akun trading halal karena merupakan akun bebas swap dimana akun trading syariah ini tidak membayar atau menerima suku bunga.

Trending :  3 Cara Analisa Forex Menentukan Tren Naik atau Turun

Hal ini membuat 90% pedagang Islam menggunakan akun Islami bebas swap berdasarkan penelitian terbaru yang ada di Arab Saudi. Pasalnya, Akun Forex Muslim berbeda dari akun forex pada umumnya karena semua hukum Islam dipertimbangkan dan ditegakkan.

Hukum Trading Forex Menurut UU dan Bappeti

Selain hukum trading forex dalam islam, hukum forex juga sudah diatur dalam undang-undang RI dan diawasi oleh Bappeti. Jadi, jika Anda ingin memulai trading forex, maka pilih broker forex yang sudah terdaftar di Bappeti agar keamanannya terjamin.

Bappeti merupakan badan yang mengawasi jalannya kegiatan trading forex di Indonesia. Sebuah broker forex yang sudah terpercaya dan memiliki kualitas terbaik berarti broker yang sudah terdaftar di Bappeti.

Nah, jika sudah terdaftar di Bappeti, maka broker tersebut sudah aman untuk Anda gunakan. Jika suatu saat perusahaan broker tersebut mengalami pailit, maka dana Anda tetap bisa dikembalikan karena broker tersebut sudah legal dan terdaftar di Bappeti.

Jenis Trading Forex yang Diperbolehkan di Islam

Dalam perdagangan forex, ada jenis transaksi yang bernama transaksi spot. Nah, jenis transaksi inilah yang diperbolehkan dalam islam. Pasalnya, jenis transaksi ini pembayarannya langsung atau tunai dan paling lambar hanya 2 hari saja.

Sedangkan, waktu 2 hari tersebut dianggap sebagai proses penyelesaian yang tak dapat dihindari dan karena trading forex merupakan sebuah transaksi internasional. Oleh karena itu, hukum trading forex dalam islam untuk jenis transaksi spot adalah boleh.

Pada intinya, trading forex diperbolehkan jika dibayar tunai atau paling lambar 2 hari dan tidak mengandung unsur riba dan spekulasi, serta ketentuan-ketentuan lainnya.

Jenis Trading Forex yang Tidak Diperbolehkan

Jika ada jenis trading forex yang dibolehkan dalam islam, maka ada juga trading forex yang tidak diperbolehkan dalam islam. Hukum trading forex dalam islam menjadi haram apabila mengandung jenis-jenis transaksi yang tidak diperbolehkan.

Trending :  Daftar Broker Forex yang Terdaftar di BAPPEBTI

Jenis transaksi yang tidak diperbolehkan yaitu selanjutnya yaitu transaksi forward dalam trading forex.

Transaksi Forward merupakan jenis transaksi forex yang mencakup kegiatan jual beli dengan nilai yang sudah ditetapkan ketika proses jual beli tersebut terjadi. Namun, harga tersebut tetap berlaku dalam dua hari kedepan hingga 1 tahun.

Nah, hukum trading forex dalam islam yang jenis transaksi satu ini adalah haram karena harga yang diberlakukan merupakan harga yang muwa’adah atau harga yang diperjanjikan dan penyerahan uangnya tidak tunai melainkan di kemudian hari.

Jenis transaksi forex yang tidak diperbolhekan selanjutnya yaitu transaksi swap. Transaksi swap merupakan sebuah jenis transaksi yang memiliki kontrak pembelian dan penjualan forex dengan penggabungan harga spot dengan pembelian dan penjualan forex yang sama dengan nilai harga forward.

Mengapa jenis transaksi swap haram atau tidak diperbolehkan? Hal ini karena transaksi swap mengandung unsur maisir atau spekulasi.

Hukum Islam dengan jelas melarang perjudian yang menyebabkan beberapa orang bertanya-tanya apakah tingkat spekulasi yang sejalan dengan perdagangan forex diperbolehkan bagi umat Islam. Apapun transaksi yang mengandung unsur spekulasi maka hukumnya haram.

Jenis transaksi forex terakhir yang tidak diperbolehkan yaitu transaksi option. Apa itu jenis transaksi option?

Jenis transaksi ini merupakan kontrak untuk memperoleh hak membeli atau hak menjual yang tidak harus diselesaikan di waktu dan harga tertentu. Nah, transaksi ini hukumnya haram karena juga mengandung unsur maisir atau spekulasi.

Sumber : Fatwa MUI

“Atas Penjelasan diatas kami sebagai team penulis berlepas diri terhadap penentuan halal dan haram, sumber yang kami gunakan berdasarkan fatwa MUI yang bisa anda download diatas”

Hukum Trading Dalam Islam - Fatwa Mui Tentang Forex Pdf - Hukum Trading Dalam Islam Mui - Hukum Trading Di Islam - Hukum Trading Forex Mui - Hukum Trading Forex Secara Islam - Hukum Trading Saham Dalam Islam -